Rabu, 07 November 2018

157 Responses

  1. batu giok
    batu giok juga merupaka batuan mulia yang sudah mendunia dan paling diburu, selain karena kecantikannya batu ini juga dipercaya mempunyai khasiat pemyembuhan dan keberuntungan.
    Balas
  2. Tole Kengas
    cara bedain asli dan palsu gimana sih
    Balas
  3. Load More Comments…

Leave a Reply

 
 
 

Back to top


Semakin meningkatnya peminat batu akik telah menjadikan ramai di pasaran. Berbagai macam jenis telah tersedia dan disertai dengan bentuk dan corak yang menarik, salah satunya adalah batu akik garut. Batu akik ini merupakan salah satu jenis batu akik atau batu mulia asli dihasilkan dari pulau jawa. Sesuai namanya, yaitu Garut maka batu ini dihasilkan dari penggalian yang berlokasi di Garut, tepatnya di kecamatan Bungbulang dan Caringin. Meskipun namanya cukup familiar dan terkenal, akan tetapi untuk mendapatkannya ternyata tidak mudah. Batu akik ini cukup langkah dan sebagian orang bilang “untuk mendapatkan batu garu tidak semudah mendapatkan dodol garut”.
Jenis Batu Akik Garut
Batu akik garut mempunyai berbagai macam jenis dengan harga yang bervariasi. Jenis batu akik garut diantaranya ada batu garut bungbulang, batu garut edong, batu garut panca warna, batu garut ohen, batu garut kuning, batu barut merah, batu garut ijo, batu garut cincau, dan batu garut jenis lainnya. Dari masing-masing jenis batu mulia garut ini mempunyai kelebihan, kegunaan dan manfaat masing-masing. Batu-batu tersebut telah mampu menarik perhatian banyak orang karena keindahan dan kemenawanan batu tersebut.
Batu Akik Garut Berjenis Edong Panca Warna
Salah satu jenis batu akik garut yang cukup populer di kalangan masyarakat dan pecinta batu akik yaitu batu akik edong panca warna. Batu akik ini tidak hanya populer di dalam negeri, ternyata di manca negara juga sudah populer jenis batu akik edong panca warna ini. Hal ini dikarenakan kualitas yang dimiliki batu akik tersebut yang sangat bagus dan terbaik diantara batu-batu akik yang lain. Berdasarkan sejarahnya, pertama kali yang menemukan batu edong panca warna ini adalah Abah edong pada tahun 1994. Dulu batu ini belum banyak yang menyukai kecuali orang-orang tua, berbeda dengan sekarang yang justru berebut ingin mendapatkannya dan tidak memandang usia baik muda maupun tua.